TRANSFORMASI PENDIDIKAN DITENGAH COVID-19
Oleh : Widiyatmiko, S.Pd, M.M
Pandemi virus Corona (covid-19) mengakibatkan perubahan secara massif dalam keseharian individu dan aktivitas masyarakat, hal ini telah membawa dampak perubahan yang luar biasa di semua bidang. Salah satunya adalah bidang pendidikan, dimana pembelajaran tatap muka yang dilaksanakan semula 100 persen dilakukan sekolah, secara tiba-tiba mengalami perubahan yang sangat drastis, karena diganti dengan pembelajaran online (daring)
Pembelajaran dari rumah dengan sistem online (daring) ini benar-benar dirasakan berat bagi guru dan para pelajar bahkan orang tua, sudah hampir lebih dari 2 bulan ini pada semester genap tahun ajaran 2020 program ini hingga kini masih berlangsung, sistem ini tanpa terasa telah menimbulkan tekanan secara fisik dan mental bagi siswa, guru dan orang tua, bahkan bagi sekolah pun terasa sulit untuk membuat tolok ukur capaian pembelajaran, belum lagi ditambah dengan permasalahan lain yakni adanya keterbatasan fasilitas pembelajaran yang meliputi minimnya konektivitas internet dan peralatan komunikasi seperti laptop atau smartphone yang terdapat pada kondisi siswa mengakibatkan kesenjangan ini yang semakin tajam, antar pelaku pendidikan itu sendiri, Hal ini tentunya harus dipahami bahwa ini adalah sebuah tantangan terberat bagi pelaku dunia pendidikan saat ini dan harus ditanggapi serta direspon secara positif dan serius oleh pelaku pendidikan, apabila tidak maka hal tersebut akan berdampak pada kualitas pendidikan yang tidak baik dan bahkan dapat mengakibatkan degradasi mutu dan kualitas pendidikan kita.
Pemerintah dalam mengatisipasi hal ini melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menginisiasi program belajar dari rumah yang ditayangkan di TVRI. Televisi yang selama ini menjadi media satu arah dalam menyampaikan informasi publik, sekarang menjadi sebuah solusi yang inovatif ketika dimanfaatkan menjadi sumber informasi dan sumber edukasi bagi dunia pendidikan. Terutama, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Selain itu ditunjang lagi dengan banyaknya aplikasi-aplikasi lain berbasis adroid seperti ruang guru,zenius dan lain sebagainya sebagai platform baru solusi atas kejumudan dalam dunia pendidikan. Namun, efektivitas program ini tentunya tidak bisa disetarakan atau disamakan dengan interaksi pembelajaran langsung. Karena terdapat perbedaan pola pembelajaran yang biasanya on site menjadi online, yang biasanya pembelajaran tatap muka menjadi tatap layar, hal inilah tentunya memunculkan peluang dan tantangan baru bagi dunia pendidikan kita saat ini.
Transformasi dan adaptasi pada dunia pendidikan adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan saat ini. Dalam hal ini peran orang tua sangat penting dibutuhkan karena bisa menjadi sebuah kunci keberhasilan untuk menghadapi situasi sekarang ini. Orang tua sebagai pintu pertama perubahan harus mampu bertransformasi dan berdaptasi terlebih dahulu, yaitu dengan menjadi pendamping atau mentor perubahan bagi anak-anaknya di rumah. Karena dalam kondisi saat ini orang tua harus menyadari bahwa beban pendidikan anak tidak bisa hanya diserahkan pada guru semata.
Orang tua harus mampu mengambil peran sebagai Mentor dan Pendamping pendidikan dirumah atas tanggung jawab pada perubahan sikap dan perilaku pada anak dalam menghadapi permasalahan saat ini, orang tua harus mampu bagaimana menanamkan pola berpikir yang positif kepada anak, sebab Pola pikir positif merupakan adalah syarat agar anak memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga berperilaku yang baik pula. Dengan membentuk Pola pikir positif akan memudahkan anak dalam impelementasi setiap Materi pembelajaran yang diperlukan oleh para pembelajar serta siap dan ungul dalam mengatasi dan menghadapai permasalahan kehidupan. Oleh karena itu disinilah peranan orang tua sebagai mentor/pendamping diperlukan dalam membantu proses kegiatan pembelajaran ditengah pandemi ini. meskipun faktanya orang tua masih kesulitan untuk fokus pada anak karena beban urusan yg lain. Namun bagaimanapun juga hal ini mau tidak mau harus bisa dilakukan demi masa depan anak.
Rasulullah SAW bersabda "Ajarilah anak-anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka hidup di zaman mereka bukan pada zamanmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zamannya, sedangkan kalian diciptakan untuk zaman kalian". Artinya, ilmu itu bersifat dinamis dan tidak tetap, keberadaannya menyesuaikan dengan kondisi sekarang dan kehidupan masa depan. Maka Guru, dan orang tua harus terus mengembangkan pengetahuannya dalam Ilmu Pengetahuan, dan mengajarkan anak- anak sesuai dengan kepentingan masa yang akan datang, bukan masa kini apalagi masa lalu. Ketika zaman berubah tentu tantangannya pun berubah, pandemi covid19 ini menjadi tantangan untuk bertahan hidup, tantangan dalam pergaulan (psychical distancing),sekaligus tantangan dalam menuntut ilmu.
Semoga pandemi covid-19 lekas berakhir, kita semua senantiasa selalu diberikan kesehatan dan proses pembelajaran pendidikan dapat berjalan normal kembali mari bersama kita tanamkan pola pikir positif dan solidaritas social.
Komentar
Posting Komentar