Postingan

Tertidur Semalam Tanpa Sadar Sehari

Gambar
Malam itu, di bawah cahaya lampu kota yang berpendar sendu, ia kembali pada kebiasaan lama—sebuah kebiasaan yang pernah ditinggalkannya dengan susah payah. Ia sadar apa yang dilakukan tak pantas, namun malam itu kesadaran seolah sengaja diredam. Ada luka dalam dada yang ingin ia diamkan, ada beban yang ia coba hapus dengan cara yang tak bijak. Di tengah hiruk pikuk yang berpura-pura bahagia, ia menenggelamkan diri dalam suasana semu. Tawa terdengar di sekitarnya, tetapi batinnya justru semakin hampa. Ia mencari ketenangan di tempat yang salah—pelarian yang menenangkan sesaat, namun menambah perih di kemudian hari. Ketika pagi datang, tubuhnya terbaring lemah di antara sisa malam. Waktu berlalu tanpa ia sadari; sehari penuh lenyap begitu saja. Ia tertidur semalam tanpa sadar sehari. Ketika akhirnya membuka mata, yang tersisa hanyalah diam, sesal, dan kesadaran yang datang terlambat. Seolah seluruh dunia menuntut penjelasan: Mengapa engkau kembali ke jalan yang dulu menyakitimu? Banya...

Pemberontakan Itu Kekonyolan Diri

Gambar
Pemberontakan selalu tampak gagah di permukaan. Ia hadir dengan wajah murka, dengan slogan-slogan yang berapi, dan dengan tekad untuk mengubah sesuatu yang dianggap salah. Namun, jika ditelisik lebih dalam, tak semua pemberontakan lahir dari kebenaran; sebagian justru tumbuh dari kesombongan diri yang tak tersadari — semacam kegelisahan yang mencari pembenaran di luar dirinya. Manusia memang makhluk yang tak pernah puas. Dalam dirinya selalu ada pergulatan antara menerima dan menolak, antara tunduk dan melawan. Tapi, dalam setiap penolakan itu, perlu ada jeda untuk bertanya: apa yang sebenarnya sedang aku lawan? Karena sering kali, musuh yang kita hadapi bukanlah sistem, bukan orang lain, melainkan bayangan diri sendiri. Albert Camus dalam The Rebel menulis bahwa pemberontakan lahir dari kesadaran akan absurditas hidup — ketika manusia menyadari ketidakseimbangan antara keinginan dan kenyataan. Namun, ketika kesadaran itu tidak diiringi kebijaksanaan, pemberontakan berubah menjadi ...

Jangan mengeluh kepada manusia!

Seberat apapun cobaan yang anda alami karena musibah wabah ini, janganlah mengeluh kepada manusia, terutama mengeluh di medsos. Teladanilah Nabi Ya'qub 'alaihissalam, ketika beliau berkata: إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى الله "Sesungguhnya aku keluhkan kesulitanku dan kesedihanku hanya kepada Allah" (QS. Yusuf: 86). Teladanilah para salaf kita, diantaranya Thawus bin Kaisan dan Imam Ahmad bin Hambal rahimahumallah, أنه بلغه -وهو يئن في مرض موته- "عن طاووس: أن الملك يكتب حتى أنين المريض، فأمسك عن الأنين. وفي رواية: بلغه أَن طاووسا كره أَنِين الْمَرِيض، وَقَالَ: إنه شكوى، فَمَا أَنّ -أحمد- حَتَّى مَاتَ "Bahwa ketika Imam Ahmad sakit menjelang wafatnya, beliau mengaduh-aduh. Thawus (bin Kaisan) menyampaikan kepadanya bahwa aduhan orang yang sakit itu pun ditulis Malaikat. Maka mendengar itu, Imam Ahmad pun berhenti mengaduh. Dalam riwayat lain, Imam Ahmad mendengar bahwa Thawus tidak menyukai aduhan orang sakit. Thawus mengatakan: "Aduhan orang sa...

DISEMINASI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

Gambar
Perkembangan Dinamika dunia Pendidikan saat ini berjalan begitu cepat, apalagi di Era Pandemi Covi d 19 yang tak kunjungi usai melanda di negara ini. Tentunya hal ini menjadi sebuah tuntutan bagi lembaga pendidikan khususnya sekolah untuk selalu mengupdate informasi dan pengetahuan terkait dengan perkembangan perkembangan yang terjadi didalam dunia pendidikan hal ini wajib dilakukan oleh lembaga sekolah sebagai penyelenggara pendidikan di tingkat dasar sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikannya. Kebijakan Pemerintah melalui UU no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP no 57 tahun 2021 Tentang Standar Nasional Penyelengaraan Pendidikan, Permendikbud nomer 17 tahun 2021 Tentang Assesmen Nasional, serta yang terbaru ini adalah Permendikbud No 4 Tahun 2022 Tentang Perubahan Peraturan Pemerintah atas PP No 57 tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, semua regulasi tersebut merupakan pijakan dasar hukum dalam pelaksanaan Peningkatan mutu kualitas pend...

BAGAIMANA MENCAPAI KEBAHAGIAAN MENURUT IBN SINA (Bagian 1)

Gambar
Kebahagiaan sejati di akhirat dicapai melalui pemurnian jiwa. Pemurnian jiwa menghilangkan pengaruh keterikatannya dengan badan (cinta pada jiwa hewaniah atau nafsu tidak terkendali) yang dapat menghalangi kebahagiaan. Pemurnian ini diwujudkan melalui pengelolaan moral dan watak positif, yang diperoleh dengan melakukan tindakan yang menjauhkan jiwa dari keterikatannya dengan tubuh dan indra, juga dengan terus mengingat elemen sejatinya yaitu jiwa (ruhnya) yang suci. Indra memiliki keterbatasan dan tidak dapat dijadikan pijakan untuk pengambilan keputusan untuk kehidupan di akhirat. Demikian pula nafsu. Indra dan nafsu adalah alat yang diperlukan buat manusia hidup di dunia dan membantu mempersiapkannya untuk tujuan akhir setelah kematian. Namun indra dan nafsu harus tunduk pada akal agar tujuan kebahagiaan di akhirat dapat dicapai, bukan sebaliknya. Jika jiwa secara terus-menerus kembali ke dirinya sendiri (menjaga kesuciannya), ia tidak akan terpengaruh oleh kondisi tubuhnya. Penginga...

2021-2022

Gambar
  Tahun 2021 sebentar lagi akan usai, dan kita tinggalkan, tentunya banyak hal kenangan pahit maupun manis yang telah kita rasakan selama ini ditahun 2021. Kenangan itu tersimpan dalam memori kita selama mengarungi perjalanan kehidupan dan didalam melakukan perjalanan itu tentunya banyak hal yang telah kita lakukan untuk berbagai kepentingan mulai kepentingan invidual, keluarga, maupun masyarakat. Perlu kiranya kita sebagai insan yang berfikir beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT melakukan sebuah refleksi diri atas perjalanan yang telah kita lakukan.hal ini seperti yang tersurat dalam Alquran Surat (Al-Hasyr: 18-19) yang berbunyi; “ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan  hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah  diperbuatnya untuk esok (hari akhirat) dan bertakwalah kepada  Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa  kepada Allah, lalu Allah menjadik...

The Danger of Hypocrisy in Life

Gambar
A hypocrite is a person who commits it showing Islamic and goodness but hiding disbelief and evil. From the above understanding it can be said that hypocrites are often not in line between words and actions. Therefore, we must stay away and be vigilant because their behavior and actions are very dangerous. The dangers of hypocrites as mentioned in the Qur'an include the following: 1. Aims to Make Chaos   The characteristics of hypocrites include frequent treason, lying, and fighting each other. The goal is to create chaos. Allah subhanahu wa ta'ala says in the letter At Taubah verse 47 as follows: Had they gone forth among you they had added to you naught save trouble and had hurried to and from among you, seeking to cause sedition among you,because there are some who would have listened to them. Allah is Aware of evil-doers . (QS.At Taubah : 47)  2. Commanding to Evil  Hypocrites often order evil and forbid others to do what is right. In the letter At Taubah verse 67 All...