BAGAIMANA MENCAPAI KEBAHAGIAAN MENURUT IBN SINA (Bagian 1)


Kebahagiaan sejati di akhirat dicapai melalui pemurnian jiwa. Pemurnian jiwa menghilangkan pengaruh keterikatannya dengan badan (cinta pada jiwa hewaniah atau nafsu tidak terkendali) yang dapat menghalangi kebahagiaan. Pemurnian ini diwujudkan melalui pengelolaan moral dan watak positif, yang diperoleh dengan melakukan tindakan yang menjauhkan jiwa dari keterikatannya dengan tubuh dan indra, juga dengan terus mengingat elemen sejatinya yaitu jiwa (ruhnya) yang suci.

Indra memiliki keterbatasan dan tidak dapat dijadikan pijakan untuk pengambilan keputusan untuk kehidupan di akhirat. Demikian pula nafsu. Indra dan nafsu adalah alat yang diperlukan buat manusia hidup di dunia dan membantu mempersiapkannya untuk tujuan akhir setelah kematian. Namun indra dan nafsu harus tunduk pada akal agar tujuan kebahagiaan di akhirat dapat dicapai, bukan sebaliknya.

Jika jiwa secara terus-menerus kembali ke dirinya sendiri (menjaga kesuciannya), ia tidak akan terpengaruh oleh kondisi tubuhnya. Pengingat jiwa akan hal ini dan yang membantunya mencapai keadaan ini adalah dengan melakukan tindakan tertentu yang berada di luar kebiasaan alami (kebiasaan yang disukai tubuh), yaitu dengan cara melawan/mengendalikan pengaruh atau keinginan tubuh.

Tindakan tersebut sulit dan melelahkan karena harus melawan keinginan hewaniah  yang cenderung untuk beristirahat, bermalas-malasan, menolak kerja keras, dan hanya ingin mencapai kesenangan hewaniah.

Jiwa yang melakukan aktivitas ini harus diminta untuk selalu mengingat Tuhan, para malaikat, dan kebahagiaan sejati bilamana ia ingin melakukannya atau menahan diri dari pengaruh tubuh (keinginan hewaniah).

Ketika jiwa bertemu dengan aktivitas tubuh (keinginan hewaniah),  dan ketika jiwa condong dan tunduk kepadanya dalam segala hal, maka hal ini tidak akan menghasilkan kecenderungan dan watak positif, namun bila sebaliknya maka watak positif akan terbentuk. Hal ini sesuai dengan ungkapan dalam kitab suci Al Qur’an: "Sesungguhnya perbuatan baik mengusir perbuatan buruk". Jika manusia mampu mengendalikan keinginan hewaniahnya dan tindakan ini bertahan terus, maka ia akan memperoleh watak positif untuk berbalik ke arah kebenaran dan menjauhi kesalahan. Dengan demikian, ia menjadi sangat siap untuk dikirim menuju kebahagiaan setelah berpisah dari tubuh.

#mycho2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemberontakan Itu Kekonyolan Diri

TRANSFORMASI PENDIDIKAN DITENGAH COVID-19

2021-2022